Kamis, 26 Februari 2015

MAKET

0 komentar
MAKET

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL2ZD3Rb_X3i-V2q2FBHFVO3U0YThT4xltQzgkH2e9dHASXFpaLfbE3_7sb5xnuXyTEq4ePoE6oLnrUxWrubHA_H8q8aFYpW1I-zhnRhepL-cLaeYg5U6uUvaqPHG58zcLvaXEij8HV1zA/s1600/e.jpeg

Maket adalah sebuah bentuk tiga dimensi yang meniru sebuah benda atau objek dan biasanya memiliki skala. Maket  biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sebuah keadaan. Jadi , maket digunakan sebagai sebuah representasi dari keadaaan sebenarnya menuju keadaan yang akan diciptakan. Jika dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan maket, maka dalam bahasa Inggris sering disebut dengan mockup.
Terdapat banyak jenis maket. Beberapa jenisnya antara lain: maket arsitektur, maket mekanikal, maket struktural, maket simulasi, maket diorama,dan lain-lain. Sedangkan judul maketnya sendiri tergantung dari nama proyek yang sedang dikerjakan. Baik itu gedung, rumah tinggal, pabrik, pelabuhan, dan lain sebagainya.
Adapun bahan-bahan dari maket biasanya terbuat dari kayu, kertas, tanah liat, dan sebagainya. Hal ini bergantung pada hasil akhir yang diinginkan. Seperti contoh, jika kita ingin membuat hasil akhir maket dengan teknik monochrome, maka bahan yang digunakan bisa saja bahan-bahan yang mengandung unsur putih, seperti styrene atau styrofoam. Sedangkan bila ingin menghadirkan maket yang menghasilkan efek sephia, maka dapat digunakan bahan berupa kayu balsa.

Adapun skala yang biasa digunakan adalah:  
 
Maket Skala 1:30
Maket Rumah Tinggal yang seringkali dipakai sebagai media promosi di ajang pameran perumahan biasanya menggunakan skala ini.
Maket miniatur rumah tinggal 1:30
contoh maket skala 1:30

Maket Skala 1 :50
Contoh maket skala 1:50 seperti gambar berikut:

Maket miniatur masjid 1:50
contoh maket skala 1:50

Maket Skala 1:100
Contoh maket skala 1:100 seperti gambar berikut:

Maket miniatur rumah tinggal 1:100
contoh maket skala 1:100
Maket Skala 1:200
Jenis Maket yang seringkali menggunakan skala ini adalah:
  • Maket Bangunan Tinggi ,yaitu jenis maket bangunan bertingkat banyak ( lebih dari 4 lantai), single building dengan luasan tapak yang tidak terlalu besar. Dengan menggunakan skala 1:200, detail-detail bangunan bangunan masih terlihat di maket.
Maket miniatur bangunan tinggi  1:200
Maket bangunan tinggi skala 1:200
  • Maket Kawasan dengan massa bangunan banyak, dengan batasan luas tapak tertentu. 
Luasan Tapak menjadi faktor utama dalam penentuan skala maket kawasan bermassa banyak. Luasan Tapak Kawasan akan menentukan seberapa besar luas meja maket. Dan dari luas meja maket ditentukan harga maketnya.
 Luas meja maket (cm2) x (Patokan harga/cm2) = Harga Maket

Maket miniatur kawasan  1:200
Maket Kawasan Skala 1:200
Maket Skala 1:500
Maket yang menggunakan skala ini biasanya adalah maket kawasan bermassa bangunan banyak, dengan luasan lahan yang cukup luas. misal: Maket Kawasan Perumahan dan  Maket Kawasan Pabrik.
Maket miniatur kawasan Perumahan 1:500
Maket Kawasan Perumahan skala 1:500
Maket miniatur kawasan Pabrik 1:500
Maket Kawasan Pabrik skala 1:500
Maket Skala 1:1000 keatas
adalah maket kawasan dengan cakupan lahan yang sangat luas. Yang masuk dalam skala ini biasanya bangunan-bangunan infrastruktur dengan kawasannya. Tipe bangunan gigantik seperti Bendungan dan jembatan.

Maket miniatur kawasan Bendungan skala 1:1500
Maket Bendungan skala 1:1500   
Demikian informasi yang dapat saya berikan,semoga bisa memberi manfaat.AMIN


SUMBER: http://jasamaket.com/pengertian-maket/
                  http://arsitekturbergoyang.blogspot.com/2013/05/maket-miniatur.html

Senin, 27 Januari 2014

Hasil Belajar di TGB

0 komentar
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.Hallo......
Seperti janji saya yang kemarin,sekarang saya akan memposting tentang apa-apa yang saya dapat selama saya mempelajari Teknik Gambar Bangunan....
OK langsungke mawon.

Saya mulai dengan mata pelajaran yang diberikan,pada kelas 10 ada beberapa mata pelajaran yang diajarkan,contohnya:

1.MIBG (Menggambar Ilmu Bangunan Gedung) 

Sesuai dengan namanya mata pelajaraan ini mengajarkan tantang menggambar bagian-bagian gedung,seperti rencana pondasi,rencana lantai,rencana kuda-kuda,rencana atap DLL.
Dan menggambarnya juga tidak asal-asalan,harus menggunakan perhitungan dan alat yang tepat seperti penggaris segitiga,jangka,pensil dan sejenisnya.
 
CONTOH PERENCANAAN PONDASI


2.MIST(Mengidentifikasi Ilmu Statistika Tegangan)

Mata pelajaran ini adalah ilmu yang mempelajari kekuatan – kekuatan dan stabilitas dari kontruksi bangunan dan bagian – bagian dari bangunan. Ilmu statika bangunan ini sering juga disebut dengan mekanika tenik.
  
Dalam statika kita tidak lepas dari perhitungan. Perhitungan statika bangunan menekankan kepada kekuatan dan stabilitas konstruksi dan bagian dari bangunan. Perhitungan tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian:

a.    Perhitungan Dimensi 
Perhitungan dimensi digunakan untuk menentukan ukuran – ukuran dari kontruksi bangunan secara ilmiah dengan penggunan bahan bangunan seminimum dan efisien mungkin, dengan faktor keamanan tertentu. Dan kontruksi bangunan itu mampu mendukung gaya-gaya atau muatan/beban yang ada. 

b.    Perhitungan Kontrol
Perhitungan kontrol digunakan untuk memeriksa, apakah suatu bangunan kontruksi yang sudah didirikan cukup kuat dan cukup kaku terhadap beban – beban yang direncanakan. 

c.    Perhitungan Kekuatan 
Perhitungan yang dilakukan untuk memeriksa konstruksi dari perubahan bentuk, peralihan – peralihan, serta beban-beban pada konstruksi yang tidak melampaui batas.

d.     Perhitungan Stabilitas 
Perhitungan yang diperlukan agar bangunan selalu dalam keadaan kokoh.

SUMBER : (http://prasetyonugroho05081991.blogspot.com/2013/04/mata-pelajaran-teori-rpp-terbatas.html) 



Satuan Umum Amerika (US Unit)
Pengali
Satuan Internasional (SI Unit)
Percepatan
     Foot per detik kuadrat    Ft/sec2
     Inch per detik kuadrat    Inch/dt2
0.305
0.0254
Percepatan
      Meter per detik kuadrat    M/dt2
     Centimeter per detik2           Cm/dt2
Luas (area)
     Kaki persegi (square foor)    Ft2
     Inch persegi (square inch)   Inch2
0.093
645
Luas
      Meter persegi            M2
     Centimeter persegi    Cm2
Kerapatan Massa (Density)
     Slug per foot kubik   Slug/ft3
515
Kerapatan massa
      Kilogram per meter kubik   Kg/m3
Gaya
Pound                          Lb
Kip (1000 pound)         k
4.45
4.45
Gaya
      Newton                 N
    Kilonewton            kN
Panjang
Foot                 Ft
Inch                 Inch
Mile                 Mile
0.31
2.54
1.61
Panjang
Meter                   M
Centimeter          Cm
Kilometer             Km
Massa
Slug                 Slug
Pound               lb
14.583
0.4536
Masa
Kilogram (masaa)      Kg
Kilogram (masa)
Gaya Momen
Pound foot             Lb ft
Pound inch            Lb.inch
Kip foot                  Kip.ft
Kip inch                 Kip.inc
0.136
13.56
0.136
1.130
Momen gaya
Kilogram.meter            Kg.m
Kilogram.centimeter     Kg.cm
Ton. Meter                   Tm
Ton centimeter            T cm
Tekanan; tegangan
      Pound per square foot    Lb/ft2
      Pound per square inch    Lb/ich2
      Kip pert square foot        Kip/ft2
      Kip per square inch      Kip/inch2
6.8948
6.8948
47.880
6.8948
Tegangan
      Kilo Newton/meter2       kN/m2
     Newton/centi meter2     N/cm2
     Kilo Newton/meter2       kN/m2
     Newton/centi meter2     N/cm2
Berat Jenis (specific weight)
Pound per foot kubik    Lb/ft3
Pound per inch kubik  Lb/inch3
16.019
27.68
Berat Jenis
Kilogram per meter kubik  Kg/m3
Gram centimeter kubik      Gr/cm3
Volume
Ounces (oz)                       Oz
Gallon                                 Ft3
Foot kubik (cubic foot)     Ft3
Cubic yards                        Yd3
Inch kubik (cubic inch)     Inch3
29.574
3.7854
0.02832
0.07646
0.1639
Volume
Mililiter=centimeter kubik   Ml = cc
Liter = Desimeter kubik    Lt
Meter kubik                        M3
Meter kubik                        M3
Liter                                      Lt

Konversi Satuan Amerika Serikat (US) terhadap Satuan Baku  Internasional (SI Units). Sumber: Gere & Timoshenko, 1994

3.UKUR TANAH
 Mata pelajaran  ini didefinisikan ilmu yang mengajarkan tentang teknik-teknik / cara-cara pengukuran dipermukaan bumi dan bawah tanah dalam areal yang terbatas (±20’-20’ atau 37 km x 37 km) untuk keperluaan pemetaan dll.
mengingat areal yang terbatas , maka unsur kelengkungan permukaan bumi dapat diabaikan sehingga sistem proyeksinya menggunakan proyeksi orthogonal dimana sinar-sinar proyektor saling sejajar atau satu sama lain dan tegak lurus bidang proyeksi. sedangkan pada peta dapat didefinisikan sebagai gambaran dari sebagian permukaaan bumi pada bidang datar dengan skala dan sistem proyeksi tertentu.
untuk memudahkan penentuan suatu wilayah, maka bumi dibatasi menjadi garis bujur dan garis lintang.

Alat-alat yang biasanya digunakan untuk ukur tanah contohnya:
-yalon
-meteran
-unting-unting
-alat tulis menulis
-teodolit
-DLL
CONTOH GAMBAR THEODOLITE

SUMBER: (http://tgbsmkn1jakarta.wordpress.com/category/materi/ilmu-ukur-tanah/)